Fasting for 20 Hours in Stockholm

March 31, 2020



Halo halo.

Jujur saya kaget ketika buka blog ini lagi dan ternyata terakhir posting itu tahun 2018... Ternyata sudah setahun saya lagi-lagi nganggurin blog ini. Padahal banyak pengalaman yang terjadi di tahun 2019 loh. Saya coba tumpahkan semuanya satu persatu, semoga tidak wacana :)

Jadi bulan Ramadhan tahun 2019 kemarin, saya mengalami yang namanya puasa selama 20 jam lebih. Project yang saya sedang pegang itu vendor nya bertempat di Stockholm, Sweden. Jadilah ketika ada pekerjaan yang mengharuskan onsite ke tempat vendor, saya dikirim ke Stockholm. Saat itu bulan Mei, mulai menuju summer, karena itulah daytime nya super lama. Sahur jam 1.30 AM, buka jam 9.30 PM. Pada saat-saat seperti itu, saya merasa bersyukur banget jadi orang Indonesia. Muslim yang tinggal di negara 4 musim, dan kebetulan dapat bulan Ramadhan saat summer, saya salut ! Kalian luar biasa :') Saya cuma dua minggu kurang, karena di tengah minggu kedua kebetulan saya datang bulan, tapi udah kapok rasanya.

Jadi waktu itu tim saya berlima, 4 perempuan dan 1 laki-laki. Karena pas bulan Ramadhan, jadilah kita dicarikan apartemen, yang lengkap ada dapur dan ruang makannya. Maksudnya sih biar bisa menyiapkan makan sendiri karena nggak mungkin ada resto yang buka dini hari atau larut malam. FYI, di negara-negara Eropa itu jam buka resto cuma sampai jam 6 sore. Ya ada sih beberapa yang buka sampai malam, tapi jarang banget. Ada pun pasti di tengah kota daerah CBD. Sedangkan vendor saya ini kantornya agak minggir sedikit, nggak di tengah kota banget. Apartemen saya pun dekat sekali dari kantor vendor, jalan kaki hanya 10 menit. 

Jadilah saya dan flatmate saya belanja bahan makanan simple, seperti sayur, pasta, sosis, nugget, daging cincang, dan bumbu masak seperti bawang dan cabe. Masak deh tuh kita setiap mau sahur, mata cuma setengah. Dan lucunya lagi, adzan subuh nya itu jam 4an. Jadi habis sahur tuh masih lama banget menuju adzan. Padahal ngantuk kan, maunya makan sahur, solat subuh, terus lanjut tidur lagi. Tapi karena jadwal yang sangat inconvenient, kita harus bangun jam 1 untuk menyiapkan sahur, makan sahur, tidur lagi, kemudian bangun lagi sekitar jam 4 untuk solah subuh, tidur lagi, kemudian bangun lagi jam 7 untuk siap-siap ke kantor... 

Itu adalah jadwal pagi. Kalau menuju buka puasa, harus menahan lapar dan haus sampai jam 10 malam. Di sana, jam 10 malam benar-benar baru matahari terbenam. Makan deh tuh saya dan kawan-kawan jam 10 malam. Jadi bisa kebayang lah jadwal pencernaan sudah pasti kacau balau. Buka puasa jam 10 malam, nggak lama setelah itu tidur, di mana ini super tidak nyaman karena rasanya perut masih penuh tapi karena sudah larut ya sudah ngantuk. Kemudian jam 1 harus bangun untuk sahur lagi. Padahal belum lapar sama sekali, malah masih kenyang.. huhu.. salut lah pokoknya sama umat muslim yang mengalami ini beberapa Ramadhan. Saya hanya 2 minggu, tapi tidak mau diulang lagi.. Cukup jadi pengalaman sekali seumur hidup saja :'D

Berikut ini foto-foto sewaktu saya di Stockholm selama 2 minggu



Monteliusvagen






Gamla Stan


At a yard in front of our apartment in Gardet



Saya juga menyempatkan ke Sigtuna dan Vaxholm saat weekend. 

Sigtuna adalah kota tertua di Sweden. Vibe kota nya damai dan sepi sekali. Cocok kalau mau me-time, apalagi introvert seperti saya yang tidak terbiasa tinggal serumah dengan orang-orang yang bukan inner circle.




Sigtuna


Stockholm sendiri merupakan kota archipelago, sehingga banyak kota-kota di sekelilingnya yang bisa dijangkau dengan kapal. Tapi ke Vaxholm ini saya naik bus. Karena sendirian dan waktu itu free-time nya tidak terlalu banyak, saya nggak berani naik kapal, khawatir kelamaan bingung dan malah nyasar. Karena hari itu adalah hari terakhir kami di Sweden, dan harus sudah sampai Stockholm lagi jam 2 siang supaya tidak tertinggal penerbangan pulang



Vaxholm



Kartu transportasi Stockholm itu sudah meng-cover semua jenis transportasi. Bahkan sampai train line ke kota sebelah, Sigtuna, dan bus line ke kota achipelago Vaxholm. Dan karena saya isi saldonya itu yang unlimited selama satu minggu, sayang kalau nggak dimaksimalkan. Jadilah saya ngebolang solo ke Sigtuna dan Vaxholm. Saya rekomendasikan untuk ke Uppsala juga. Tidak jauh dari Sweden, naik kereta hanya 1 jam. Gamla Uppsala nya cantik sekali, namun sayang saya tidak sempat kesana 
Sekian pengalaman saya di Sweden dan berpuasa selama 20 jam. Sampai ketemu di pengalaman berikutnya.






You Might Also Like

0 comments