Powered by Blogger.
facebook linkedin twitter youtube

Strong Mind and Gentle Soul

My Lifetime Goal is indeed, to have a strong mind and a gentle soul

    • Home
    • Travel
    • Health/Beauty
    • Books/Movies
    • Food
    • Mind

    Siapa disini yang nggak tahu kecipir??

    Hahaha jangan sedih yah, saya pun baru tahu ada sayur namanya kecipir baru beberapa bulan yang lalu. Waktu itu saya sedang makan bersama kolega dan business partner di Tesate, dan dipesankan oseng kecipir bumbu kecap gitu. Dan ternyata saya suka hahaha. Sampai di rumah langsung nanya Mama tau gak ada sayuran namanya kecipir. Dan tentu aja Mama tau, namanya juga Ibu apa sih yg nggak tahu. Katanya dulu Mbah suka masak sayur asem pake kecipir. Tapi Mama nggak pernah ada niatan masakin kecipir buat saya, karena udah prejudice duluan takut saya nggak suka. Emang sih kayaknya kalo saya ngebayangin beberapa tahun lalu saya masih SMP atau SMA gitu, nggak akan suka kalo Mamah tiba-tiba nyuguhin kecipir di meja makan. Ya maklum anak remaja kan sukanya gorengan.

    Akhirlah saya berniat untuk coba masak sendiri di rumah. Tapi berhubung saya nggak terlalu suka kecap, saya ganti bumbunya jadi bumbu pedas. Saya udah agak lupa waktu di Tesate itu toppingnya apa. Saya improvisasi sendiri aja ditambah jamur sama udang. Sebenarnya tadinya mau baby cumi tapi di pasar dekat rumah nggak ada. Jadilah saya masak oseng kecipir jamur udang ala-ala. Bumbunya sih nggak mirip sama yang di Tesate, karena saya nggak suka kecap manis. Tapi ternyata lumayan juga rasanya hihihi. Perpaduan topping jamur nya cocok banget. Kecipir yang teksturnya notabene keras dan renyah dan ada sedikit rasa pahitnya, dicampur dengan jamur yang empuk dan asin. Ditambah rasa pedasnya bikin nyiduk terus walaupun sambil meler.





    Bumbu oseng yang saya pakai nggak ribet. Cukup bawang merah 4 siung, bawah putih 2,5 siung, cabe merah dan rawit secukupnya tergantung selera. Udah deh, tinggal diblender aja bumbunya, kemudian ditumis dan dicampur udang. Kalau udangnya udah setengah matang, dicampur deh sama potongan kecipir dan jamur yang udah direbus sebelumnya. Baru ditambahkan garam, lada, dan kecap asin secukupnya sesuai selera. Saya sih pribadi nggak suka terlalu asin dan nggak pakai mecin. Aduk sampai bumbu osengnya merata, terus sajikan deh! Bisa ditambah irisan cabe lagi untuk penyuka pedas.

    Selain itu, kecipir ini ternyata kaya akan vitamin A dan C yang berfungsi jadi antioksidan di dalam tubuh kita. Tinggal di Jakarta bersama semua polusi dan sinar matahari UVnya, tentu harus rajin mengkonsumsi makanan yang mengandung antioksidan untuk ngebasmi radikal bebas di tubuh. Nggak cuma menimbulkan penyakit menyeramkan seperti kanker, tapi radikal bebas juga bisa bikin kulit kita cepat menua loh. 

    Saya jadi makin jatuh cinta nih sama kecipir, selain masaknya gampang, rasanya enak, kandungan antioksidan nya juga tinggi.

    Happy cooking !

    Continue Reading

    Sebenarnya film Kimi No Na Wa ini sudah lumayan lama tayang dan hits nya. Tapi memang dasarnya saya bukan tipe yang cepat kebawa arus, jadilah saya baru nonton film ini awal tahun ini. 
    Wah... menyesal bukan main... kenapa saya nggak nonton dari dulu. Baguuus

    Salah satu film animasi yang sanggup saya rewatch selain keluaran Disney atau Pixar. Sedikit spoiler, film ini settingnya di kota kecil di Jepang. Ada juga sih beberapa scene di Tokyo, tapi alur cerita utamanya berkisar tentang kota Itomori, yang punah karena tertimpa meteor jatuh. Saya suka sekali sama plot nya, ide ceritanya brilian dan original. Character development nya juga natural, tidak tergesa-gesa bikin dua karakter utamanya langsung jatuh cinta. Tapi pelan-pelan, pasti, pelan-pelan tapi pasti #halah.

    Sudah lama saya nggak nonton film yang cerita fantasi tapi penuh drama seperti ini. Pokoknya kalau kalian belum nonton, tontonlah sekarang juga !


    Continue Reading


    Pernah nggak sih kalian merasa dilema saat bikin itinerary travelling ? Destinasi mana ya yang harus keluar dari list, mana ya yang lebih worth-it ? Kalau saya sih sering hahaha. Ya karena keterbatasan waktu dan budget, impian untuk mengunjungi semua destinasi rasanya nggak bisa dipaksakan.
    Kalau benua Kangguru alias Australia, punya dua kota besar yang sangat terkenal di kalangan turis mancanegara. Sydney yang merupakan ibukota dari state New South Wales (NSW), dan Melbourne yang merupakan ibukota dari state Victoria.

    Alhamdulillah waktu saya pergi ke Aussie, waktu dan budget masih memungkinkan untuk mengunjungi keduanya. Tadinya saya mau ke Brisbane dan Canberra juga. Tapi ternyata Brisbane cukup jauh dari Sydney maupun Melbourne. Nah kalau Sydney dan Melbourne ini sendiri hanya berjarak 14-15 jam menggunakan bus malam. Jadi kalau waktu travelling kamu lebih dari 7 hari, tidak ada salahnya melanjutkan perjalanan ke kota metropolitan sebelah.

    Tapi tidak jarang waktu liburan sangat terbatas karena cuti yang terlalu panjang sulit di-approve atasan #curhat. Berdasarkan pengalaman saya jalan-jalan ke benua Kangguru ini, Sydney dan Melbourne sama-sama memiliki kelebihannya.

    Transportasi
    Di Sydney, transportasi dalam kota nya menggunakan kereta listrik, atau sebutannya disana adalah Metro. Metro ini menurut saya sangat convenient! Selain jalurnya yang nggak ribet dan mudah dipahami hanya dengan lihat peta, harganya juga affordable. Selama di sana, saya kayaknya nggak pernah menghabiskan biaya sampai lebih dari $6 dalam sehari untuk berkeliling pakai Metro. Selain Metro, ada juga city bus. Nah city bus ini agak sulit dipahami jalurnya, karena kadang tidak ada semacam announcement ketika bus berhenti di suatu bus stop. Jadi kita harus siap siaga ngelongok keluar jendela setiap bus berhenti. Dan kalau benar sudah sampai di tempat yang kita tuju, harus sigap keluarin MetroCard untuk tap out. Kelebihannya adalah, pemerintah NSW sudah buat aplikasi yang sangat informatif seputar transportasi di dalam NSW. Kita bisa tahu pilihan transportasi apa saja untuk bisa sampai ke tujuan, berikut cost nya pun bisa dibandingkan. Cukup dengan buka link https://transportnsw.info/ atau download versi aplikasinya dari AppStore ataupun PlayStore.




    Di Melbourne, transportasi dalam kota nya menggunakan kereta listrik dan tram. Tapi kereta dalam kota mereka rutenya terlalu simple, jadi tidak banyak menjangkau tempat-tempat turis. Jadi selama saya di Melbourne, saya kemana-mana pakai tram. Tram ini sangat nyaman sih, dan punya rute dan pemberhentian yang sangat lengkap. Sayangnya harganya mahal banget hiks. Untuk satu kali perjalanan, jauh maupun dekat, akan langsung terdebet $4,6 dari kartu Tram kita. Jadi hanya untuk berangkat dari penginapan ke tempat tujuan dan pulang lagi ke penginapan sudah pasti menghabiskan sekitar $9, itu belum jalan-jalan sehariannya. Sebenarnya sih ada free-route, tapi cuma mengjangkau sekitaran CBD Melbourne saja.





    Cuaca dan Temperatur
    Waktu saya berkunjung itu sekitar akhir April - awal Mei. Dimana saat itu adalah fall season di Aussie. Kalau kalian berharap ketemu sama red foliage yang diburu-buru saat autumn, jangan berharap bisa ketemu di Sydney maupun Melbourne. Red foliage sih ada, tapi adanya cuma di daerah-daerah village nya saja, seperti Leura Village di NSW. Bahkan di Sydney saya sempat merasakan 2 hari dimana cuaca cukup panas, sekitar 23-25 derajat celsius. Di Melbourne notabene lebih dingin dari Sydney, tapi red foliage tetap jadi hal langka yang bisa ditemui disana saat fall season.

    Kebersihan
    Nah untuk yang ini saya punya pengalaman sendiri yang nggak akan saya lupakan. Jadi saya sempat pindah penginapan waktu di Sydney, karena...... kecoa! Iya, kecoa, serangga coklat yang bisa terbang. Jadi ternyata kecoa merupakan serangga lumrah di Sydney. Tapi kecoa Sydney itu ukurannya kecil, dan warnanya lebih ke coklat muda sampai transparan, dan nggak bisa terbang. Kecoa ini ngumpet di dinding yang bolong, atau frame pintu yang udah rapuh. Tapi tenang aja, kecoa-kecoa Sydney ini biasanya cuma ada  di gedung yang udah tua. Sehari ketemu 5-6 kecoa itu hal yang normal kata resepsionis penginapan saya, yang dia bahkan orang Jerman dan sangat meticulous soal kebersihan di rumahnya. Ya mungkin kecoa di Sydney ya kayak semut aja gitu di Jakarta, karena kok kayaknya saya dan teman-teman saya aja yg heboh dan komplain soal kecoa sedangkan penghuni lainnya adem ayem aja. Setelah saya pindah penginapan yang gedungnya baru, alhamdulillah sih nggak ketemu kecoa lagi.
    Di Melbourne, alhamdulillah TIDAK ADA KECOA





    Travel Style
    Saya menghabiskan sekitar 4 hari di Sydney, dan 6 hari di Melbourne. Dan menurut saya pembagian hari ini lumayan efektif. Karena menurut saya, wisata di Melbourne lebih banyak daripada di Sydney. Kalau kalian ingin traveling dengan style yang chill, city tour, cafe hopping, kuliner, shopping, menurut saya Sydney lebih tepat jadi tempat tujuan. Tapi kalau kalian ingin traveling yang sedikit adventurous, nikmatin alam dan lanskap, Melbourne lebih tepat jadi tempat tujuan.
    Tapi nggak menutup kemungkinan kamu nggak bisa menikmati alam dan lanskap di Sydney, dan nggak bisa chill dan shopping di Melbourne.
    Di Sydney, saya booking one-day trip ke Blue Mountains, yang isinya keliling Leura Village, menikmati lanskap Three Sisters Rocks, merasakan experience cable car dan steep railway di Scenic World, melihat langsung koala dan kangguru, dan diakhiri dengan cruising sampai ke Circulay Quay atau Darling Harbour. Dari pegunungan, ada juga pantai yang bisa dinikmati sambil berjalan sehat di sepanjang Bondi to Cogee Coastal Walk.






    Di Melbourne, banyak sekali lanskap yang bisa kita nikmati. Saya sangat merekomendasikan booking one-day trip ke Phillip Island yang cuma 3 jam dari Melbourne. Pemanadangan selama perjalanan maupun di tempat tujuan sama indahnya. Apalagi kalau ikutan Penguin show saat sunset di Phillip Island, kita bisa lihat langsung spesies lucu ini beraktifitas di habitatnya, sekaligus berdonasi untuk pemeliharaan habitat asli supaya penguin-penguin ini bisa terus hidup. Selain Phillip Island, ada juga one-day trip Great Ocean Road. Untuk yang ini, wajib banget kalau udah sampai Melbourne. Pemandangannya bikin saya merasa terharu, merasa kecil dan bersyukur bisa menikmati ciptaan Tuhan yang sangat cantik. Walaupun terbilang mahal, tapi semuanya worth-it! Kita bisa lihat Gibson's Steps, 12 Apostles, Loch Ard Gorge, dan Razorback di sore hari. Belum lagi savana yang terbentang di sepanjang jalan Great Ocean Road...wah pokoknya nggak akan menyesal








    Well, begitulah kira-kira yang bisa saya share mengenai Sydey dan Melbourne. Kalau disuruh pilih, saya juga bingung karena dua-duanya punya kecantikan masing-masing. Sydney yang merupakan kota nyaman dipenuhi warga lokal, dan Melbourne yang sangat urban dengan multiculture nya.
    Anyway keduanya sangat worth-it untuk dikunjungi. Jangan lupa untuk melakukan research yg mendalam untuk mengisi itinerary. 
    Happy travelling !


    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    About me

    Photo Profile

    Hi, my name is Rizky Aprilina.
    I post just about everything. Thoughts and opinions, the books I read, the songs I listen to, the places I visit, the products I buy, just everything.
    Enjoy reading !

    Follow Me

    • facebook
    • twitter
    • youtube
    • instagram
    • pinterest
    • tumblr

    Instagram

    @kikyapril

    Labels

    food health mind movie personal review travel

    recent posts

    My Blog List

    • The Naked Traveler
      Cara Booking Hotel Lebih Hemat Tanpa Ribet
    • Liza-Fathia.Com
      Menghitung Berat Ideal Keluarga dengan Kalkulator BMI
    • Wira Nurmansyah
      Discovering Macao: A Unique Fusion of East and West
    • VANI SAGITA: INDONESIAN BEAUTY BLOGGER
      Full Month(s)
    • ANAKJAJAN.COM
      2022 SINGAPORE TRAVEL GUIDE – 10 COOL/ UNUSUAL EXPERIENCES TO TRY
    • Miharu Julie - Indonesian Beauty and Travel Blog
      Dongdaemun Design Plaza, Seoul City Hall, Iumpium Sewing History Museum
    • sheggario.com
      AI Photography di Kehidupan Sehari-hari
    • Sitta Karina
      Magical Seira #3: Seira and The Destined Farewell
    • ANDRA ALODITA - Life, Beauty & Travel Journal
      Lately

    Blog Archive

    • July 2021 (1)
    • April 2020 (2)
    • March 2020 (1)
    • December 2018 (3)
    • September 2018 (3)

    Most Popular

    • Kimi No Na Wa, From Little Village to Outer Space
    • Start Anew
    • Sydney vs Melbourne, what to choose ?
    facebook Twitter instagram pinterest tumblr

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top