Scotland : Lovely, lovely Edinburgh
April 03, 2020
Halo,
Melanjutkan post saya sebelumnya tentang perjalanan Scottish Highlands, kali ini saya settled di satu kota, yaitu Edinburgh! Capital city dari Scotland. Setelah 3-day trip menelusuri Scottish Highlands, saya menghabiskan 3 hari 3 malam di Edinburgh, sebelum kemudian lanjut ke negara tetangga.
Okay, so, everyone who knew me since a long time have known that my ultimate city to visit is, none other than London. This is why I put London at last. But! But..... My travelling experience in Edinburgh kinda cracked that illusion. No regrets though, because Edinburgh is freeaaking wonderful. Teman saya yang pernah S2 di UK sudah memberikan saya warning sebelum saya berangkat, "jangan kecewa", begitu katanya, karena itinerary saya Scotland dulu baru England. Begitu sampai di UK, baru saya mengerti maksudnya.
Edinburgh is so, beautiful, seriously beautiful. Saya suka sekali dengan ambience kota nya yang tenang, damai, dengan jejak sejarah yang terlihat di setiap sudut kota. Jalanan di Edinburgh itu naik turun, tapi tidak masalah, karena udaranya yang dingin, jadi nggak pernah keringetan. Justru saya di sana selalu bawa payung, karena seharian pasti ada saja gerimis / hujan. Dan di Edinburgh itu, cuaca yang tidak stabil sudah biasa. Di sana bisa dari cerah, tiba-tiba hujan cuma 15 menit, kemudian kembali cerah lagi. But I love it, nothing could make me love this city any less. Kata warga lokalnya, "If you hate the weather in Edinburgh, just wait for 15 minutes". Pakai tagline itu, saya jadi sabar dan nggak langsung mengeluh kalau tiba-tiba hujan.
Yang membuat saya cinta banget sama Edinburgh juga, adalah traffic nya ! Di sini tidak ada macet, padahal jalannya tidak terlalu lebar. Kemana-mana sangat mudah, tinggal naik bus. Tram ada namun hanya di daerah CBD. Saya nggak pernah sampai ke bnb itu di atas jam 10 malam, karena cari bus gampang dan perjalanan tidak macet.
Satu hal dari Edinburgh yang paling bikin saya betah adalah, kotanya yang merupakan perpaduan antara civilization and nature. Dari hustle bustle nya city center, mau me-time atau quality time ke tempat yang chill, tinggal naik bus aja. Paling lama 20-30 menit, sudah bisa ketemu observatory hill melihat Edinburgh dari atas, sebutannya Calton Hill. Atau bukit hijau, lengkap dengan danau kecil yang jadi tempat tinggal banyak pigeon dan swan di Holyrood Park. My eyes and mind were blessed. Kalau mau sekedar taman hijau di tengah keramaian, ada Queen St. Garden. Yang mencuri perhatian saya ada lagi Dean Village. Ini lokasinya lumayan meilipir dari keramaian city center, dan terhubung langsung dengan sungai kecil Water of Leith, lengkap dengan sideway path nya yang serene. Benar-benar serasa di setting fairy tale. Padahal ya masih di dalam kota.
Berikut ini foto-foto Edinburgh yang sangat lovely
Sekumpulan pigeon dan angsa yang akur. Super cantik betah di sini berjam-jam
St. Andrews Chapel dari atas Holyrood Park
Scott Monument
View dari Scott Monument
Victoria Street, probably the only street which the building's color is non-brown
Edinburgh Castle. Literally castle on the hill. Highly recommended!
Dean Village
One of the many narrow alleys in every nook and cranny of Edinburgh
Calton Hill
Edinburgh's city light from on top of Calton Hill, after hours
Melihat foto-foto nya sekarang aja saya kangen banget. Edinburgh.. how easy is was to fall in love with you. I don't mind the constant cold weather, the wind, the little drizzle here and there, the lovely spirit of the city make up for all that. 'Till next time, my favorite city ! It's safe to say now, Edinburgh is my #1 city in this whole wide world.










0 comments